harga towing motor surabaya jakarta

Jasa Towing – Kami PT. Gitewan Saran Transindo bergerak dalam usaha Jasa Towing untuk keseluruh Indonesia, terutama lintas Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan daerah lainnya, silakan kontak kami untuk harga balen yang lebih murah dari harga standart.

Jasa Towing
sewa towing
tarif towing
harga sewa towing motor
cek harga towing motor

Kota Surabaya

Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia, sekaligus kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota ini terletak 800 km sebelah timur Jakarta, atau 435 km sebelah barat laut Denpasar, Bali. Surabaya terletak di pantai utara Pulau Jawa bagian timur dan berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa.

Surabaya memiliki luas sekitar ±326,81 km², dan 3.158.943 jiwa penduduk pada tahun 2019.[2] Daerah metropolitan Surabaya yaitu Gerbangkertosusila yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, adalah kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek. Surabaya dan wilayah Gerbangkertosusila dilayani oleh sebuah bandar udara, yakni Bandar Udara Internasional Juanda yang berada 20 km di sebelah selatan kota, serta dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Ujung.

Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-pemuda Surabaya) dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari serangan penjajah. Surabaya juga sempat menjadi kota terbesar di Hindia Belanda dan menjadi pusat niaga di Nusantara yang sejajar dengan Hong Kong dan Shanghai pada masanya.[5] Menurut Bappenas, Surabaya adalah salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama dengan Medan, Jakarta, dan Makassar.

Etimologi
Kata Surabaya (bahasa Jawa Kuno: Śūrabhaya) sering diartikan secara filosofis sebagai lambang perjuangan antara darat dan air. Selain itu, dari kata Surabaya juga muncul mitos pertempuran antara ikan sura / suro (ikan hiu) dan baya / boyo (buaya), yang menimbulkan dugaan bahwa terbentuknya nama “Surabaya” muncul setelah terjadinya pertempuran tersebut.

Asal usul Surabaya
Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti tersebut terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa di tepi sungai Brantas dan juga sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang daerah aliran sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasastra Kakawin Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapañca yang bercerita tentang perjalanan pesiar Raja Hayam Wuruk pada tahun 1365 M dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir).

Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) dan 1365 M (Nagarakretagama), para ahli menduga bahwa wilayah Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut pendapat budayawan Surabaya berkebangsaan Jerman Von Faber, wilayah Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat permukiman baru bagi para prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan pada tahun 1270 M. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa Surabaya dahulu merupakan sebuah daerah yang bernama Ujung Galuh.

Versi lain menyebutkan, Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup-mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon, setelah mengalahkan pasukan Kekaisaran Mongol utusan Kubilai Khan atau yang dikenal dengan pasukan Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah keraton di daerah Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono semakin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Kerajaan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono, maka diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu sura.

Adu kesaktian dilakukan di pinggir Kali Mas, di wilayah Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal setelah kehilangan tenaga.

Nama Śūrabhaya sendiri dikukuhkan sebagai nama resmi pada abad ke-14 oleh penguasa Ujung Galuh, Arya Lêmbu Sora.

Era prakolonial

Lambang kota Surabaya pada masa Hindia Belanda (1931).
Wilayah Surabaya dahulu merupakan gerbang utama untuk memasuki ibu kota Kerajaan Majapahit dari arah lautan, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi kota Surabaya ditetapkan yaitu pada tanggal 31 Mei 1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap serangan pasukan Mongol. Pasukan Mongol yang datang dari laut digambarkan sebagai SURA (ikan hiu / berani) dan pasukan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BAYA (buaya / bahaya), jadi secara harfiah diartikan berani menghadapi bahaya yang datang mengancam. Maka hari kemenangan itu diperingati sebagai hari jadi Surabaya.

Pada abad ke-15, Islam mulai menyebar dengan pesat di daerah Surabaya. Salah satu anggota Walisongo, Sunan Ampel, mendirikan masjid dan pesantren di wilayah Ampel. Tahun 1530, Surabaya menjadi bagian dari Kerajaan Demak.

Menyusul runtuhnya Demak, Surabaya menjadi sasaran penaklukan Kesultanan Mataram, diserbu Panembahan Senopati tahun 1598, diserang besar-besaran oleh Panembahan Seda ing Krapyak tahun 1610, dan diserang Sultan Agung tahun 1614. Pemblokan aliran Sungai Brantas oleh Sultan Agung akhirnya memaksa Surabaya menyerah. Suatu tulisan VOC tahun 1620 menggambarkan, Surabaya sebagai wilayah yang kaya dan berkuasa. Panjang lingkarannya sekitar 5 mijlen Belanda (sekitar 37 km), dikelilingi kanal dan diperkuat meriam. Tahun tersebut, untuk melawan Mataram, tentaranya sebesar 30.000 prajurit[8].

Tahun 1675, Trunojoyo dari Madura merebut Surabaya, namun akhirnya didepak VOC pada tahun 1677.

Dalam perjanjian antara Pakubuwono II dan VOC pada tanggal 11 November 1743, Surabaya diserahkan penguasaannya kepada VOC. Gedung pusat pemerintahan Karesidenan Surabaya berada di mulut sebelah barat Jembatan Merah. Jembatan inilah yang membatasi permukiman orang Eropa (Europeesche Wijk) waktu itu, yang ada di sebelah barat jembatan dengan tempat permukiman orang Tionghoa; Melayu; Arab; dan sebagainya (Vremde Oosterlingen), yang ada di sebelah timur jembatan tersebut. Hingga tahun 1900-an, pusat kota Surabaya hanya berkisar di sekitar Jembatan Merah saja.

Geologi
Kondisi geologi Kota Surabaya terdiri dari Daratan Alluvium; Formasi Kabuh; Pucangan; Lidah; Madura; dan Sonde. Sedangkan untuk wilayah perairan, Surabaya tidak berada pada jalur sesar aktif ataupun berhadapan langsung dengan samudera, sehingga relatif aman dari bencana alam endogen. Berdasarkan kondisi geologi dan wilayah perairannya, Surabaya dikategorikan ke dalam kawasan yang relatif aman terhadap bencana gempa bumi maupun tanah amblesan sehingga pembangunan infrastruktur tidak memerlukan rekayasa geoteknik yang dapat menelan biaya besar.

Topografi
Surabaya terletak di tepi pantai utara provinsi Jawa Timur. Wilayahnya berbatasan dengan Selat Madura di sebelah utara dan timur, Kabupaten Sidoarjo di sebelah selatan, serta Kabupaten Gresik di sebelah barat. Sebagian besar wilayah Surabaya merupakan dataran rendah yaitu 80,72% dengan ketinggian antara -0,5 – 5m SHVP atau 3 – 8 m di atas permukaan laut, sedangkan sisanya merupakan daerah perbukitan yang terletak di wilayah Surabaya Barat (12,77%) dan Surabaya Selatan (6,52%). Di wilayah Surabaya Selatan terdapat 2 bukit landai yaitu di daerah Lidah dan Gayungan yang ketinggiannya antara 25 – 50 m di atas permukaan laut dan di wilayah Surabaya Barat memiliki kontur tanah perbukitan yang bergelombang. Struktur tanah di Surabaya terdiri dari tanah aluvial, hasil endapan sungai dan pantai, dan di bagian barat terdapat perbukitan yang mengandung kapur tinggi. Di Surabaya terdapat muara Kali Mas, yakni satu dari dua pecahan Sungai Brantas. Kali Mas adalah salah satu dari tiga sungai utama yang membelah sebagian wilayah Surabaya bersama dengan Kali Surabaya dan Kali Wonokromo. Areal sawah dan tegalan terdapat di kawasan barat dan selatan kota, sedangkan areal tambak berada di kawasan pesisir timur dan utara.

Iklim
Surabaya memiliki iklim tropis seperti kota besar di Indonesia pada umumnya. Berdasarkan klasifikasi iklim Koppen, Kota Surabaya termasuk dalam kategori iklim tropis basah dan kering (Aw) dengan dua musim dalam setahun yaitu musim hujan dan musim kemarau. Curah hujan di Surabaya rata-rata 165,3 mm. Curah hujan tertinggi di atas 200 mm terjadi pada kurun Januari hingga Maret dan November hingga Desember. Suhu udara rata-rata di Surabaya berkisar antara 23,6 °C hingga 33,8 °C.

Berikut ini adalah daftar kecamatan dan kelurahan/desa di Kota Surabaya, Provinsi Jawa TimurIndonesia. Kota Surabaya memiliki 31 kecamatan dan 154 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduk 2.827.892 jiwa dan luas wilayah 350,54 km² dan tingkat kepadatan penduduk sebesar 8.067 jiwa/km².[1][2]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Surabaya adalah sebagai berikut;

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
35.78.28Asemrowo3AsemrowoGenting KalianakTambak Sarioso
35.78.19Benowo4KandanganRomokalisariSememiTambak Osowilangun
35.78.13Bubutan5Alun-Alun ContongBubutanGundihJeparaTembok Dukuh
35.78.29Bulak4BulakKedungcowekKenjeranSukolilo Baru
35.78.21Dukuh Pakis4Dukuh KupangDukuh PakisGunung SariPradah Kalikendal
35.78.22Gayungan4Dukuh MenanggalGayunganKetintangMenanggal
35.78.07Genteng5Embong KaliasinGentengKapasariKetabangPeneleh
35.78.08Gubeng6AirlanggaBarata JayaGubengKertajayaMojoPucangsewu
35.78.25Gunung Anyar4Gunung AnyarGunung Anyar TambakRungkut MenanggalRungkut Tengah
35.78.23Jambangan4JambanganKarahKebonsariPagesangan
35.78.01Karang Pilang4Karang PilangKebraonKedurusWarugunung
35.78.17Kenjeran4BulakbantengTambakwediTanah KalikedindingSidotopo Wetan
35.78.15Krembangan5DupakKemayoranKrembangan SelatanMorokrembanganPerak Barat
35.78.18Lakarsantri6BangkinganJerukLakarsantriLidah KulonLidah WetanSumur Welut
35.78.26Mulyorejo6Dukuh SutorejoKalijudanKalisariKejawan Putih TambakManyar SabranganMulyorejo
35.78.12Pabean Cantian5BongkaranKrembangan UtaraNyamplunganPerak TimurPerak Utara
35.78.30Pakal4Babat JerawatBenowoPakalSumberejo
35.78.03Rungkut6Kali RungkutKedung BarukMedokan AyuPenjaringan SariRungkut KidulWonorejo
35.78.31Sambikerep4BringinMadeLontarSambikerep
35.78.06Sawahan6Banyu UripKupang KrajanPakisPatemonPutat JayaSawahan
35.78.16Semampir5AmpelPegirianSidotopoUjungWonokusumo
35.78.11Simokerto5KapasanSidodadiSimokertoSimolawangTambakrejo
35.78.09Sukolilo7Gebang PutihKeputihKlampisngasemMedokan SemampirMenur PumpunganNginden JangkunganSemolowaru
35.78.27Sukomanunggal6PutatgedeSimomulyoSimomulyo BaruSonokwijenanSukomanunggalTanjungsari
35.78.10Tambaksari8Dukuh SetroGadingKapas MadyaPacar KembangPacar KelingPlosoRangkahTambaksari
35.78.14Tandes6BalongsariBanjar SugihanKarang PohManukan KulonManukan WetanTandes
35.78.05Tegalsari5Dr. SutomoKedungdoroKeputranTegalsariWonorejo
35.78.24Tenggilis Mejoyo4KendangsariKutisariPanjang JiwoTenggilis Mejoyo
35.78.20Wiyung4BabatanBalasklumprikJajar TunggalWiyung
35.78.02Wonocolo5Bendul MerisiJemur WonosariMargorejoSidosermoSiwalan Kerto
35.78.04Wonokromo6DarmoJagirNgagelNgagelrejoSawunggalingWonokromo
TOTAL154

Perekonomian

Pelabuhan Tanjung Perak, pelabuhan terbesar dan tersibuk kedua di Indonesia.
Letak Kota Surabaya yang sangat strategis berada hampir di tengah wilayah Indonesia dan tepat di selatan Asia menjadikannya sebagai salah satu hub penting bagi kegiatan perdagangan di Asia Tenggara. Sebagai kota metropolitan, Surabaya menjadi pusat kegiatan ekonomi, keuangan, dan bisnis di daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Sebagai salah satu pusat perdagangan, Surabaya tidak hanya menjadi pusat perdagangan bagi wilayah Jawa Timur, namun juga memfasilitasi wilayah-wilayah di Jawa Tengah, Kalimantan, dan kawasan Indonesia Timur. Surabaya dan kawasan sekitarnya merupakan kawasan yang paling pesat pembangunan ekonominya di Jawa Timur dan salah satu yang paling maju di Indonesia. Selain itu, Surabaya juga merupakan salah satu kota terpenting dalam menopang perekonomian Indonesia. Sebagian besar penduduknya bergerak dalam bidang jasa, industri, dan perdagangan. Surabaya adalah pusat perdagangan yang mengalami perkembangan pesat. Industri-industri utamanya antara lain galangan kapal, alat-alat berat, pengolahan makanan dan agrikultur, elektronik, perabotan rumah tangga, serta kerajinan tangan. Banyak perusahaan multinasional besar yang berkantor pusat di Surabaya, seperti PT Sampoerna Tbk, Maspion, Wing’s Group, Unilever Indonesia, Pakuwon Group, Jawa Pos Group dan PT PAL Indonesia. Selain itu, Surabaya juga merupakan kota pelabuhan terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Pelabuhan terpenting di Surabaya adalah Pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan pelabuhan perdagangan, peti kemas, dan penumpang terbesar kedua di Indonesia setelah Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. Di Surabaya juga terdapat Terminal Pelabuhan Teluk Lamong yang merupakan terminal pelabuhan penyangga utama Pelabuhan Tanjung Perak. Terminal Pelabuhan Teluk Lamong ini menjadi green port pertama di Indonesia serta merupakan salah satu terminal pelabuhan tercanggih di dunia di mana seluruh sistem operasinya otomatis dan menggunakan komputer.

Kawasan Pusat Bisnis
Dalam kurun waktu 2 dekade, Surabaya dan kota-kota satelit di sekitarnya telah mempunyai andil finansial yang vital di Indonesia dikarenakan sektor perdagangan, industri, dan jasanya yang terus berkembang. Hal ini kemudian menyebabkan daya beli masyarakat meningkat dan indeks kepercayaan konsumen yang berkembang pesat. Hal ini tentunya menarik minat investor untuk ikut andil dalam perubahan wajah kota, sehingga mendorong munculnya “Kawasan Bisnis Terpadu” / Central Business District (CBD) sebagai pusat-pusat kegiatan bisnis di Surabaya. Kawasan bangunan tinggi (highrise building) berada di sekitar Jalan Tunjungan, Basuki Rachmat, Darmo, Mayjend Sungkono, H.R. Muhammad, dan Ahmad Yani, sedangkan kawasan industri di Surabaya di antaranya adalah Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Karang Pilang dan Margomulyo. Berikut ini adalah beberapa kawasan CBD yang termasuk ke dalam kawasan emas di kota Surabaya:

Transportasi

Jembatan Suramadu pada sore hari.
Darat
Jalan raya
Surabaya merupakan pusat transportasi darat di bagian timur pulau Jawa, yakni pertemuan dari sejumlah jalan raya yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota lainnya. Surabaya terhubung dengan beberapa jalan nasional, yaitu Rute 1 dengan rute Merak-Banyuwangi dan Rute 17 dengan rute Yogyakarta-Surabaya. Surabaya juga dihubungkan dengan beberapa jalan provinsi yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota lainnya di Jawa Timur. Jalan tol yang terhubung dengan Surabaya adalah ruas Surabaya-Gresik yang menghubungkan Surabaya dengan Gresik serta kota-kota di pantai utara Jawa, Surabaya-Mojokerto yang menghubungkan Surabaya dengan wilayah Jawa Timur bagian barat, Surabaya-Gempol yang menghubungkan Surabaya dengan wilayah Jawa Timur bagian selatan, serta Waru-Bandara Juanda yang menghubungkan Surabaya dengan Bandara Internasional Juanda. Ruas Surabaya-Gempol terhubung dengan ruas Gempol-Pandaan. Ruas Gempol-Pandaan terhubung dengan ruas Gempol-Pasuruan yang menghubungkan Surabaya dengan kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur dan ruas Pandaan-Malang yang menghubungkan Surabaya dengan Malang, kota terbesar kedua di Jawa Timur serta wilayah Jawa Timur bagian selatan.

Untuk menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura, terdapat Jembatan Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia.

Bus
Terminal Bus
Hubungan bus antarkota dilayani oleh dua terminal bus besar, yaitu Terminal Bus Purabaya yang berada di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dan Terminal Bus Tambak (Osowilangun) yang berada di Kelurahan Tambaklangon, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya.

Terminal Purabaya
Artikel utama: Terminal Purabaya
Terminal Bus Purabaya atau lebih populer dengan nama Terminal Bungurasih, merupakan terminal bus tersibuk di Indonesia (dengan jumlah penumpang hingga 120.000 per hari), dan terminal bus terbesar di Asia Tenggara. Terminal ini berada di luar wilayah Kota Surabaya (lebih tepatnya terletak di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo). Terminal ini melayani rute jarak dekat, menengah, dan jauh (AKAP).

Terminal Tambak
Artikel utama: Terminal Tambak
Terminal Bus Tambak atau lebih populer dengan nama Terminal Osowilangun, melayani rute jarak dekat dan menengah lintas utara pulau Jawa. Terminal ini berada di bagian barat Kota Surabaya, tepatnya di wilayah perbatasan antara Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Benowo.

Bus Kota
Di Surabaya dilayani oleh bus kota sebagai sarana yang menjadi pilihan bagi warga Surabaya maupun kota sekitarnya untuk beraktivitas sehari-hari. Surabaya memiliki sejumlah terminal dalam kota, antara lain Joyoboyo, Bratang, dan Jembatan Merah. Terminal-terminal ini menjadi titik pertemuan antara bus kota dengan moda transportasi dalam kota lainnya.

Suroboyo Bus

Suroboyo Bus di Jalan Gubernur Suryo.
Sejak 7 April 2018, pemerintah kota Surabaya meluncurkan sistem bus kota yang diberi nama Suroboyo Bus yang melayani titik-titik penting di seluruh penjuru kota. Sistem pembayaran Suroboyo Bus sangat unik karena menggunakan sampah plastik dan menjadikan Surabaya sebagai kota kedua di dunia yang menerapkan sistem ini pada transportasi massal setelah kereta bawah tanah Beijing pada tahun 2014. Suroboyo Bus memiliki halte-halte kecil yang tersebar di seluruh penjuru kota.

Bus Tingkat
Pada tanggal 5 September 2018, di Surabaya beroperasi layanan bus tingkat yang melayani titik-titik penting di kota Surabaya. Sama seperti Suroboyo Bus, bus tingkat Surabaya juga menggunakan sampah plastik sebagai metode pembayaran.

Angkutan massal cepat
Di Surabaya direncanakan pembangunan sistem angkutan massal cepat (AMC) / mass rapid transit (MRT). Bentuk AMC yang direncanakan adalah sistem kereta api ringan / light rail transit (LRT) yang juga menghubungkan Surabaya dengan kota-kota satelit di wilayah Gerbangkertosusila. Pengadaan AMC tersebut bertujuan agar Surabaya terhindar dari kemacetan yang terus terjadi. Pengembangan sistem AMC ini merupakan kerjasama antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan swasta.[44][45] Di samping itu, Pemerintah Kota Surabaya juga merencanakan penerapan sistem ERP (Electronic Road Pricing) yaitu sistem jalan berbayar agar para pengendara kendaraan pribadi beralih ke sistem AMC.

Kereta api

Kereta komuter yang menghubungkan Surabaya-Sidoarjo.
Kota Surabaya dihubungkan dengan sejumlah kota-kota di Pulau Jawa melalui jalur kereta api. Kota Surabaya memiliki 4 stasiun besar: Wonokromo, Surabaya Gubeng, Surabaya Kota, dan Surabaya Pasar Turi. Stasiun lain di Kota Surabaya yang tidak kalah penting adalah Stasiun Tandes, Stasiun Kandangan, Stasiun Benowo, Stasiun Mesigit, Segitiga Mesigit, Stasiun Kalimas, Stasiun Sidotopo, Stasiun Benteng, Halte Ngagel, Halte Margorejo, Halte Jemursari, dan Halte Kertomenanggal.

Kota Surabaya memiliki dua depo lokomotif/kereta, yaitu Depo Sidotopo (SDT) yang merupakan depo lokomotif/kereta api utama, dan menjadi depo terbesar di Pulau Jawa, serta ada pula sub-depo lokomotif Surabaya Pasar Turi (SBI) yang juga menjadi depo kereta api.

Stasiun Surabaya Gubeng adalah stasiun kereta api terbesar di Jawa Timur dan menjadi salah satu stasiun tersibuk di Indonesia, sekaligus menjadi stasiun induk dari pengelolaan Daerah Operasi VIII Surabaya, yang juga meliputi wilayah Mojokerto, Sidoarjo, Malang, Pasuruan (sebagian), Blitar (sebagian), Gresik, Lamongan, Bojonegoro.

Terdapat total sebanyak kurang lebih 33 Kereta api yang melintasi Kota Surabaya dari berbagai kota di pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Cilacap, Purworejo, Yogya, Nganjuk, Blitar, Bojonegoro, Lamongan, Malang, Jember, dan Banyuwangi), dan rute kereta api terbagi menjadi tiga jenis lintas yaitu:

Lintas Selatan (Madiun – Solo – Yogya – Purwokerto / Cilacap / Bandung dan juga Malang / Blitar).
Lintas Timur (Sidoarjo – Probolinggo – Jember – Banyuwangi).
Lintas Utara (Lamongan – Bojonegoro – Semarang – Tegal).
Untuk kereta api lintas selatan dan lintas timur lebih dominan dilayani di Stasiun Surabaya Gubeng (khusus KA jarak jauh, jarak menengah, maupun lokal komersial), dan Stasiun Surabaya Kota (khusus KA Lokal dan Kommuter), dan untuk kereta api lintas Utara lebih dominan dilayani di Stasiun Surabaya Pasarturi.

Untuk lebih jelas mengenai layanan kereta api (beserta rute) dapat melihat penjelasan berikut:

Layanan kereta api Stasiun Surabaya Gubeng:

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) adalah ibu kota negara dan kota terbesar di Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di pesisir bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan beberapa nama di antaranya Sunda Kelapa, Jayakarta, dan Batavia. Di dunia internasional Jakarta juga mempunyai julukan J-Town,[7] atau lebih populer lagi The Big Durian karena dianggap kota yang sebanding New York City (Big Apple) di Indonesia.[8]

Jakarta memiliki luas sekitar 664,01 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 10.557.810 jiwa (2019).[3] Wilayah metropolitan Jakarta (Jabodetabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa,[4] merupakan metropolitan terbesar di Asia Tenggara atau urutan kedua di dunia.

Sebagai pusat bisnis, politik, dan kebudayaan, Jakarta merupakan tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan asing. Kota ini juga menjadi tempat kedudukan lembaga-lembaga pemerintahan dan kantor sekretariat ASEAN. Jakarta dilayani oleh dua bandar udara, yakni Bandara Soekarno–Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, serta tiga pelabuhan laut di Tanjung Priok, Sunda Kelapa, dan Ancol

Etimologi

Nama Jakarta sudah beberapa kali berganti nama.

  • Sunda Kelapa (397–1527)
  • Jayakarta (1527–1619)
  • Batavia (1619–1942)
  • Jakarta (1942–sekarang)
  • Ibukota DKI Jakarta (1998–sekarang)

Nama Jakarta sudah digunakan sejak masa pendudukan Jepang tahun 1942, untuk menyebut wilayah bekas Gemeente Batavia yang diresmikan pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1905. Nama “Jakarta” merupakan kependekan dari kata Jayakarta (aksara Dewanagari: जयकृत), yaitu nama dari Bahasa Sanskerta yang diberikan oleh orang-orang Demak dan Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah (Faletehan) setelah menyerang dan berhasil menduduki pelabuhan Sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni 1527 dari Portugis. Nama ini diterjemahkan sebagai “kota kemenangan” atau “kota kejayaan”, namun sejatinya berarti “kemenangan yang diraih oleh sebuah perbuatan atau usaha” karena berasal dari dua kata Sanskerta yaitu Jaya (जय) yang berarti “kemenangan” dan Karta (कृत) yang berarti “dicapai”.

Bentuk lain ejaan nama kota ini telah sejak lama digunakan. Sejarawan Portugis, João de Barros, dalam Décadas da Ásia (1553) menyebutkan keberadaan “Xacatara dengan nama lain Caravam (Karawang)”. Sebuah dokumen (piagam) dari Banten (k. 1600) yang dibaca ahli epigrafi Van der Tuuk juga telah menyebut istilah wong Jaketra, demikian pula nama Jaketra juga disebutkan dalam surat-surat Sultan Banten dan Sajarah Banten (pupuh 45 dan 47) sebagaimana diteliti Hoessein Djajadiningrat. Laporan Cornelis de Houtman tahun 1596 menyebut Pangeran Wijayakrama sebagai koning van Jacatra (raja Jakarta).

Jakarta pertama kali dikenal sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda yang bernama Sunda Kalapa berlokasi di muara Sungai Ciliwung. Ibu kota Kerajaan Sunda yang dikenal sebagai Dayeuh Pakuan Padjadjaran atau Pajajaran (sekarang Bogor) dapat ditempuh dari pelabuhan Sunda Kalapa selama dua hari perjalanan. Menurut sumber Portugis, Sunda Kalapa merupakan salah satu pelabuhan yang dimiliki Kerajaan Sunda selain pelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tamgara dan Cimanuk. Sunda Kalapa yang dalam teks ini disebut Kalapa dianggap pelabuhan yang terpenting karena dapat ditempuh dari ibu kota kerajaan yang disebut dengan nama Dayo (dalam bahasa Sunda modern: dayeuh yang berarti “ibu kota”) dalam tempo dua hari. Kerajaan Sunda sendiri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Tarumanagara pada abad ke-5 sehingga pelabuhan ini diperkirakan telah ada sejak abad ke-5 dan diperkirakan merupakan ibu kota Tarumanagara yang disebut Sundapura (bahasa Sanskerta yang berarti “Kota Sunda”).

Pada abad ke-12, pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan lada yang sibuk. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah sudah berlabuh di pelabuhan ini membawa barang-barang seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu.

Ekonomi

Jakarta merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat. Saat ini, lebih dari 70% uang negara beredar di Jakarta.[23] Perekonomian Jakarta terutama ditunjang oleh sektor perdagangan, jasa, properti, industri kreatif, dan keuangan. Beberapa sentra perdagangan di Jakarta yang menjadi tempat perputaran uang cukup besar adalah kawasan Tanah Abang dan Glodok. Kedua kawasan ini masing-masing menjadi pusat perdagangan tekstil serta dengan sirkulasi ke seluruh Indonesia. Bahkan untuk barang tekstil dari Tanah Abang, banyak pula yang menjadi komoditas ekspor. Sedangkan untuk sektor keuangan, yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian Jakarta adalah industri perbankan dan pasar modal. Untuk industri pasar modal, pada bulan Mei 2013 Bursa Efek Indonesia tercatat sebagai bursa yang memberikan keuntungan terbesar, setelah Bursa Efek Tokyo.[24] Pada bulan yang sama, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia telah mencapai USD 510,98 miliar atau nomor dua tertinggi di kawasan ASEAN.[25]

Pada tahun 2012, pendapatan per kapita masyarakat Jakarta sebesar Rp 110,46 juta per tahun (USD 12,270).[26] Sedangkan untuk kalangan menengah atas dengan penghasilan Rp 240,62 juta per tahun (USD 26,735), mencapai 20% dari jumlah penduduk. Di sini juga bermukim lebih dari separuh orang-orang kaya di Indonesia dengan penghasilan minimal USD 100,000 per tahun. Kekayaan mereka terutama ditopang oleh kenaikan harga saham serta properti yang cukup signifikan. Saat ini Jakarta merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan harga properti mewah yang tertinggi di dunia, yakni mencapai 38,1%.[27] Selain hunian mewah, pertumbuhan properti Jakarta juga ditopang oleh penjualan dan penyewaan ruang kantor. Pada periode 2009-2012, pembangunan gedung-gedung pencakar langit (di atas 150 meter) di Jakarta mencapai 87,5%. Hal ini telah menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan pencakar langit tercepat di dunia.[28] Pada tahun 2020, diperkirakan jumlah pencakar langit di Jakarta akan mencapai 250 unit. Dan pada saat itu Jakarta telah memiliki gedung tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian mencapai 638 meter (The Signature Tower).

Transportasi
Di DKI Jakarta, tersedia jaringan jalan raya dan jalan tol yang melayani seluruh kota, namun perkembangan jumlah mobil dengan jumlah jalan sangatlah timpang (5-10% dengan 4-5%).

Menurut data dari Dinas Perhubungan DKI, tercatat 46 kawasan dengan 100 titik simpang rawan macet di Jakarta. Definisi rawan macet adalah arus tidak stabil, kecepatan rendah serta antrean panjang. Selain oleh warga Jakarta, kemacetan juga diperparah oleh para pelaju dari kota-kota di sekitar Jakarta seperti Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor yang bekerja di Jakarta. Untuk di dalam kota, kemacetan dapat dilihat di Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Rasuna Said, Jalan Satrio, dan Jalan Gatot Subroto. Kemacetan sering terjadi pada pagi dan sore hari, yakni di saat jam pergi dan pulang kantor.[29]

Untuk melayani mobilitas penduduk Jakarta, pemerintah menyediakan sarana bus PPD. Selain itu terdapat pula bus kota yang dikelola oleh pihak swasta, seperti Mayasari Bakti, MetroMini, Kopaja, dan Bianglala Metropolitan. Bus-bus ini melayani rute yang menghubungkan terminal-terminal dalam kota, antara lain Pulogadung, Kampung Rambutan, Blok M, Kalideres, Grogol, Tanjung Priok, Lebak Bulus, Rawamangun, dan Kampung Melayu. Untuk angkutan lingkungan, terdapat angkutan kota seperti Mikrolet dan KWK, dengan rute dari terminal ke lingkungan sekitar terminal. Selain itu ada pula ojek, bajaj, dan bemo untuk angkutan jarak pendek. Tidak seperti wilayah lainnya di Jakarta yang menggunakan sepeda motor, di kawasan Tanjung Priok dan Jakarta Kota, pengendara ojek menggunakan sepeda ontel. Angkutan becak masih banyak dijumpai di wilayah pinggiran Jakarta seperti di Bekasi, Tangerang, dan Depok.[30]

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memulai pembangunan kereta bawah tanah (subway) dan MRT Jakarta pada Tahun 2013. Subway jalur Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia sepanjang 15 km ditargetkan beroperasi pada 2019. Jalur kereta monorel juga sedang dipersiapkan melayani jalur Semanggi – Roxy yang dibiayai swasta dan jalur Kuningan – Cawang – Bekasi – Bandara Soekarno Hatta yang dibiayai pemerintah pusat. Untuk lintasan kereta api, pemerintah pusat sedang menyiapkan double track pada jalur lintasan kereta api Manggarai Cikarang. Selain itu juga, saat ini sudah dibangun jalur kereta api dari Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Jalur ini sudah siap dioperasikan dan dibuka untuk umum.

Infrastruktur

Sebagai salah satu kota metropolitan dunia, Jakarta telah memiliki infrastruktur penunjang berupa jalan, listrik, telekomunikasi, air bersih, gas, serat optik, bandara, dan pelabuhan. Saat ini rasio jalan di Jakarta mencapai 6,2% dari luas wilayahnya.[35] Selain jalan protokol, jalan ekonomi, dan jalan lingkungan, Jakarta juga didukung oleh jaringan Jalan Tol Lingkar Dalam, Jalan Tol Lingkar Luar, Jalan Tol Jagorawi, dan Jalan Tol Ulujami-Serpong. Pemerintah juga berencana akan membangun Tol Lingkar Luar tahap kedua yang mengelilingi kota Jakarta dari Bandara Soekarno Hatta-Tangerang-Serpong-Cinere-Cimanggis-Cibitung-Tanjung Priok.

Untuk ke kota-kota lain di Pulau Jawa, Jakarta terhubung dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang bersambung dengan Jalan Tol Cipularang ke Bandung dan Jalan Tol Cipali ke Cirebon. Selain itu juga tersedia layanan kereta api yang berangkat dari enam stasiun pemberangkatan di Jakarta. Untuk ke Pulau Sumatra, tersedia ruas Jalan Tol Jakarta-Merak yang kemudian dilanjutkan dengan layanan penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni.

Untuk ke luar pulau dan luar negeri, Jakarta memiliki satu pelabuhan laut di Tanjung Priok dan bandar udara yaitu:

Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tanggerang, Banten yang melayani penerbangan internasional dan domestik.
Bandara Halim Perdanakusuma yang banyak berfungsi untuk melayani penerbangan kenegaraan serta penerbangan domestik
Untuk pengadaan air bersih, saat ini Jakarta dilayani oleh dua perusahaan, yakni PT. Aetra Air Jakarta untuk wilayah sebelah timur Sungai Ciliwung, dan PT. PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) untuk wilayah sebelah barat Sungai Ciliwung. Pada tahun 2015, kedua perusahaan ini mampu menyuplai air bersih kepada 60% penduduk Jakarta

Beberapa pusat perbelanjaan modern

  • Jakarta Pusat
  • Grand Indonesia, merupakan salah satu mal terluas dan paling prestisius di Indonesia. Mal ini terbagi menjadi dua distrik, yaitu West Mall dan East Mall. Mal yang terletak di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat ini, memiliki luas 250.000 m2, dan menjadi tempat bagi merek-merek papan atas, seperti Zara, Louis Vuitton, Marks & Spencer, Chanel, Burberry, Forever21, GAP, Gucci, Guess, Polo, dan Samuel & Kevin. Termasuk Toko Buku Gramedia. Di bagian bawah pusat perbelanjaan ini terdapat berbagai macam restoran yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.
  • Plaza Indonesia, terletak di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Dengan luas sekitar 42.540 m2, mall ini pernah menjadi tempat pertama berdirinya Sogo Department Store Indonesia, namun telah ditutup sejak tahun 2009. Di mall ini terdapat Debenhams Department Store, Louis Vuitton, dan The Food Hall. Mal ini dulunya terintergrasi dengan EX Plaza (sekarang tutup), Grand Hyatt Hotel Jakarta, The Plaza Office Tower, The Keraton Hyatt Residence, dan Kedutaan Besar Jepang.
  • Plaza Senayan, merupakan mal besar di Jakarta yang terletak di Jalan Asia Afrika, Jakarta Selatan. Mall ini memiliki luas 130.500 m2. Di mall ini terdapat sejumlah department store kelas menengah ke atas seperti Sogo Department Store dan Metro Department Store. Di mall ini juga terdapat toko buku yang terkenal di dunia, yakni Kinokuniya. Di bagian atrium mall ini terdapat sebuah jam raksasa buatan Seiko, Jepang. Jam ini terdiri dari 6 patung pemusik, setiap patung memainkan alat musik yang berbeda, yang dimainkan setiap satu jam sekali.
  • Senayan City, terletak di Jalan Asia Afrika, Jakarta Selatan. Mall ini terletak berseberangan dengan Plaza Senayan dan berdekatan dengan Gelora Bung Karno. Mall ini memiliki luas 68.000 m2. Di atas mall ini terdapat menara kantor stasiun televisi SCTV.
  • Jakarta Convention Center, terletak di kompleks olahraga Bung Karno, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Jakarta Convention Center memiliki balai yang memiliki 5.000 tempat duduk, dan juga balai sidang seluas 3.921 m². JCC memiliki 13 ruangan pertemuan dengan berbagai ukuran. JCC terhubung dengan The Sultan Hotel and Residence melalui terowongan bawah tanah.
  • Jakarta Barat
  • Jakarta Barat.
  • Central Park Mall, terletak di Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Mall ini memiliki luas 167.000 m2. Desain mal ini meniru gaya unsur alam. Di mall ini terdapat sebuah food court, Sogo Department Store, Carrefour, dan CGV blitz. Mall ini terletak di kawasan Podomoro City yang dikembangkan oleh Agung Podomoro.
  • Mal Taman Anggrek, terletak di Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Dengan luas sekitar 130.000 m2, pusat perbelanjaan ini menyediakan lapangan ski indoor yang terbesar di Asia Tenggara.
  • Mall Ciputra Jakarta, berada di lokasi yang sangat strategis, yakni berada di depan jalan tol dan diapit oleh 2 universitas tekenal. Mall ini terletak di Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Mall ini memiliki luas 80.000 m2. Diatas mall ini terdapat Hotel Ciputra Jakarta. Di mall ini terdapat Matahari Department Store dan Hero Supermarket.
  • Jakarta Utara
  • Mal Artha Gading, merupakan salah satu mal yang paling unik di Jakarta. Konsep interior mall ini meniru gaya sejarah Jalur Sutera. Mall ini memiliki 7 buah atrium, yakni atrium Nusantara, China, India, Persia, Italia, Paris, dan Millenium. Mal ini memiliki luas 270.000 m2. Di mall ini terdapat Ace Hardware & Index, Diamond Supermarket, Electronic City, IT Center, Amazone, Artha Gading XXI dan lain lain.
  • Mal Kelapa Gading, terletak di Jalan Kelapa Gading Boulevard, Jakarta Utara. Dengan luas mencapai 147.000 m2, mal ini memiliki food court dan pusat mode terlengkap di Jakarta.
  • Emporium Pluit Mall, terletak di Jalan Pluit Selatan Raya, Jakarta Utara. Dengan luas 61.243 m2, mall ini memiliki Sogo Department Store, Carrefour, dan anchor tenant lainnya.
  • Mall of Indonesia, terletak di Jalan Boulevard Barat No.1, Kelapa Gading, Jakarta Utara. , mall ini memiliki Gramedia, Carrefour, dan anchor tenant lainnya.
  • Jakarta Selatan
  • Pondok Indah Mall, terletak di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mall ini terdiri dari 2 bangunan utama yakni Pondok Indah Mall I dan II. Pondok Indah Mall II adalah mall terlengkap untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta Selatan. Di mall II ini terdapat Sogo Department Store, Metro Department Store, dan banyak tenant besar lainnya.
  • Pacific Place Jakarta, terletak di kawasan SCBD. Di atas mall ini terdapat Ritz Carlton Hotel Pacific Place dan dua menara Ritz Carlton Residence. Di mall ini terdapat Metro, Kidzania, CGV blitz, Kem Chicks, dan tenant lainnya.
  • Cilandak Town Square, terletak di Jalan TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Mall ini terkenal sebagai pusat hiburan di Jakarta Selatan. Di mal ini terdapat banyak restoran, lounge, dan cafe.
  • Lippo Mall Kemang, Lippo Mall Kemang merupakan bagian dari kawasan pembangunan Kemang Village, dan dikenal dengan sebutan Kemang Village atau Kemvil
  • Jakarta Timur
  • Cibubur Junction, terletak di Ciracas, Jakarta Timur. Mall ini memiliki luas 31.987 m2. Di mall ini terdapat Hypermart, Matahari Department Store, Cinema 21, Karisma Book Store, dan Timezone.
No.Kabupaten/kota administrasi[9]Pusat pemerintahanBupati/wali kota administrasiLuas wilayah
(km²)[3][10]
Kependudukan (2015)KecamatanKelurahan/desaLogoCiutkanPeta lokasi
Penduduk[7]Perubahan[11]Kepadatan penduduk[8]
1Kabupaten Administrasi Kepulauan SeribuPulau PramukaJunaedi8,7023.340+1,43%2.683,96/km²26/-
2Kota Administrasi Jakarta BaratKembanganUus Kuswanto129,542.463.560+1,36%19.017,92/km²856/-
3Kota Administrasi Jakarta PusatMentengDhany Sukma48,13914.182+0,42%18.993,11/km²844/-
4Kota Administrasi Jakarta SelatanKebayoran BaruIsnawa Adji (Plt.)141,272.185.711+1,00%15.472,17/km²1065/-
5Kota Administrasi Jakarta TimurCakungMuhammad Anwar188,032.843.816+0,92%15.124,15/km²1065/-
6Kota Administrasi Jakarta UtaraKojaAli Maulana Hakim146,661.747.315+1,03%11.913,83/km²631/-
Daerah Khusus Ibukota JakartaKota Administrasi Jakarta PusatAnies Baswedan662,3310.177.924+1,02%15.366,87/km²44267/-

Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) adalah sebuah provinsi yang terletak di barat laut Pulau Jawa.[1] Menurut Sensus Penduduk Indonesia 2010, DKI Jakarta merupakan provinsi ke-6 terbesar menurut jumlah penduduk dengan jumlah penduduk sebesar 9.607.787 jiwa[2] dan terkecil menurut luas wilayah dengan luas wilayah daratan seluas 662,33 km².[3] DKI Jakarta terbagi menjadi satu kabupaten administrasi dan lima kota administrasi.[4] 100% dari seluruh penduduk di provinsi ini tinggal di kawasan perkotaan.[2]

Sebagai daerah khusus yang berfungsi sebagai ibu kota negara dan daerah otonom pada tingkat provinsi,[5] DKI Jakarta memiliki beberapa keunikan dalam pembagian administratifnya. Pembagian administratif di bawah provinsi bukanlah kabupaten dan kota, melainkan kabupaten adminsitrasi dan kota administrasi.[5] Hal ini hanya terjadi di DKI Jakarta. Perbedaan kabupaten/kota dan kabupaten/kota administratif terletak pada otonominya. Kabupaten/kota administrasi tidak memiliki DPRD-nya sendiri dan bupati/wali kotanya tidak dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum, melainkan ditunjuk oleh Gubernur Jakarta atas pertimbangan DPRD Provinsi DKI Jakarta dari pegawai negeri sipil.[5][6]

Kabupaten/kota administrasi dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kota Administrasi Jakarta Timur dengan penduduk sebesar 2.843.816 jiwa (27,94% dari jumlah penduduk DKI Jakarta), sedangkan jumlah penduduk yang terkecil adalah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengan penduduk sebesar 23.340 (0,23% dari jumlah penduduk DKI Jakarta) pada tahun 2015.[7][8] Menurut luas wilayahnya, kabupaten/kota administrasi dengan luas terbesar adalah Kota Administrasi Jakarta Timur dengan luas wilayah 188,03 km², sedangkan kabupaten/kota administrasi terkecil menurut luas wilayahnya adalah Kota Administrasi Jakarta Pusat yang terbentang seluas 48,13 km²

Nama Kelurahan Di jakarta Yang Kami Support Untuk Jasa Derek Mobil

Jasa Derek Mobil Jakarta
Jasa Derek Mobil Jakarta
  • Jakarta Pusat : Gambir , Kebon Kelapa , Petojo Utara , Duri Pulo , Cideng , Petojo Selatan , Tanah Abang , Bendungan Hilir , Karet Tengsin , Kebon Melati , Kebon Kacang , Kampung Bali , Petamburan , Gelora , Menteng , Pegangsaan , Cikini , Kebon Sirih , Gondangdia , Senen , Kwitang , Kenari , Paseban , Kramat , Bungur , Cempaka Putih , Cempaka Putih Timur , Cempaka Putih Barat , Johar Baru , Galur , Tanah Tinggi , Kampung Rawa , Johar Baru , Rawasari , Kemayoran , Gunung Sahari Selatan , Kemayoran , Kebon Kosong , Cempaka Baru , Harapan Mulya , Sumur Batu , Serdang , Utan Panjang , Sawah Besar , Pasar Baru , Gunung Sahari Utara , Mangga Dua Selatan , Karang Anyar , Kartini ,
  • Jakarta Barat : Tamansari , Pinangsia , Glodok , Keagungan , Krukut , Maphar , Tangki , Mangga Besar , Tanah Sareal , Tambora , Roa Malaka , Pekojan , Jembatan Lima , Krendang , Duri Selatan , Duri Utara , Kalianyar , Jembatan Besi , Angke , Slipi , Kota Bambu Selatan , Kota Bambu Utara , Palmerah , Jati Pulo , Tomang , Grogol , Jelambar , Jelambar Baru , Wijaya Kusuma , Tanjung Duren , Tanjung Duren Utara , Kemanggisan , Grogol Petamburan , Duri Kepa , Kedoya Selatan , Kedoya Utara , Kebon Jeruk , Sukabumi Utara , Kelapa Dua , Sukabumi Selatan , Kembangan Barat , Kembangan Timur , Meruya Utara , Serengseng , Joglo , Kembangan , Meruya Selatan , Kedaung Kaliangke , Kapuk , Barat , Timur , Rawa Buaya , Cengkareng , Duri Kosambi , Kamal , Tegal Alur , Pegadungan , Kalideres , Semanan ,
  • Jakarta Selatan : Kebayoran Baru , Selong , Gunung , Kramat Pela , Gandaria Utara , Cipete Utara , Melawai , Pulo , Petogogan , Rawa Barat , Senayan , Grogol Utara , Grogol Selatan , Cipulir , Kebayoran Lama Selatan , Kebayoran Lama , Kebayoran Lama Utara , Ulujami , Petukangan Utara , Petukangan Selatan , Pondok Pinang , Pesanggrahan , Bintaro , Cipete Selatan , Gandaria Selatan , Cilandak Barat , Lebak Bulus , Cilandak , Pondok Labu , Pejaten Barat , Pejaten Timur , Kebagusan , Pasar Minggu , Tanjung Barat , Jati Padang , Ragunan , Cilandak Timur , Lenteng Agung , Jagakarsa , Ciganjur , Cipedak , Jagakarsa , Srengseng Sawah , Kuningan Barat , Pela Mampang , Bangka , Kalibata , Rawajati , Duren Tiga , Cikoko , Pengadegan , Pancoran , Mampang Prapatan , Tegal Parang , Tebet Barat , Tebet Timur , Kebon Baru , Bukit Duri , Manggarai , Manggarai Selatan , Menteng Dalam , Setiabudi , Karet , Karet Semanggi , Karet Kuningan , Kuningan Timur , Menteng Atas , Pasar Manggis , Guntur ,
  • Jakarta Timur : Matraman , Pisangan Baru , Utan Kayu Selatan , Utan Kayu Utara , Kayu Manis , Pal Meriam , Kebon Manggis , Kayu Putih , Jati , Rawamangun , Pisangan Timur , Cipinang , Jatinegara Kaum , Pulo Gadung , Bali Mester , Kampung Melayu , Bidara Cina , Cipinang Cempedak , Rawa Bunga , Cipinang Besar Selatan , Cipinang Besar Utara , Jatinegara , Cipinang Muara , Pondok Bambu , Duren Sawit , Pondok Kelapa , Malaka Jaya , Malaka Sari , Pondok Kopi , Duren Sawit , Klender , Kramat Jati , Batu Ampar , Bale Kambang , Kampung Tengah , Kramatjati , Dukuh , Pinang Ranti , Makasar , Halim Perdanakusumah , Cipinang Melayu , Cawang , Cililitan , Makasar , Pasar Rebo , Kebon Pala , Pekayon , Cibubur , Kelapa Dua Wetan , Ciracas , Susukan , Gedong , Cijantung , Baru , Kalisari , Lubang Buaya , Ceger , Rambutan , Cipayung , Munjul , Pondok Rangon , Cilangkap , Setu , Cipayung , Bambu Apus , Cakung Barat , Cakung Timur , Rawa Terate , Jatinegara , Penggilingan , Pulo Gebang , Ujung Menteng
  • Jakarta Utara : Kalibaru , Cilincing , Semper Barat , Semper Timur , Rorotan , Sukapura , Marunda , Koja , Koja Utara , Koja Selatan , Rawa Badak , Kelapa Gading Barat , Kelapa Gading Timur , Pegangsaan Dua , Tugu Selatan , Tugu Utara , Lagoa , Tanjung Priok , Kebon Bawang , Sungai Bambu , Papanggo , Warakas , Sunter Agung , Sunter Jaya , Pademangan Timur , Pademangan Barat , Ancol , Penjaringan , Pejagalan , Pluit , Kapuk Muara , Kamal Muara , Pulau Untung Jawa , Pulau Tidung , Pulau Panggang , Pulau Kelapa , Kepulauan Seribu ,

Nama Jalan Yang Berada di Jakarta

Nama jalan Di Jakarta
Nama jalan Di Jakarta

Jasa Derek Mobil Jakarta – Jalan Abdul . Jalan Air . Jalan Alam . Jalan Agung . Jalan Angkasa . Jalan Abang . Jalan Anggrek . Jalan Airport . Jalan Asem . Jalan Alor . Jalan Abdullah . Jalan Asia . Jalan Al . Jalan Anyer . Jalan Angsana . Jalan Arjuna . Jalan Ambon . Jalan Alur . Jalan At . Jalan Ahmad . Jalan Aceh . Jalan Alternatif . Jalan Arteri . Jalan Ampera . Jalan Abimanyu . Jalan Ancol . Jalan AM . Jalan Bukit . Jalan Bali . Jalan Bunga . Jalan Bahagia . Jalan Bekasi . Jalan Braga . Jalan Bakti . Jalan Bayu . Jalan Budi . Jalan Banda . Jalan Bumi . Jalan Belimbing . Jalan Berlian . Jalan Baik . Jalan Benesari . Jalan Blora . Jalan Bypass . Jalan Banteng . Jalan Biak . Jalan Blitar . Jalan Bandung . Jalan Baru . Jalan Bank . Jalan Besi . Jalan Balai . Jalan Bulan . Jalan Batam . Jalan Beringin . Jalan By . Jalan Bina . Jalan Bambu . Jalan Banyuwangi . Jalan Bromo . Jalan Balau . Jalan Bidara . Jalan Borobudur . Jalan Badak . Jalan Barito . Jalan Birah . Jalan Brawijaya . Jalan Batu . Jalan Bintang . Jalan Bogor . Jalan Bangunan . Jalan Beton . Jalan Bangka . Jalan Bayam . Jalan Bintaro . Jalan Balikpapan . Jalan Blok . Jalan Bangau . Jalan Benda . Jalan Bungur . Jalan Basuki . Jalan Bisma . Jalan Boulevard . Jalan Bakung . Jalan Belitung . Jalan Biru . Jalan Cempaka . Jalan Cendana . Jalan Cimahi . Jalan Cilacap . Jalan Casablanca . Jalan Ciledug . Jalan Cipete . Jalan Cinere . Jalan Cihampelas . Jalan Cibubur . Jalan Cilandak . Jalan Cendrawasih . Jalan Cianjur . Jalan Cengkareng . Jalan Cemara . Jalan Camar . Jalan Cikini . Jalan Ciputat . Jalan Ciawi . Jalan Cikarang . Jalan Duta . Jalan Dr . Jalan Danau . Jalan Dewi . Jalan Dahlia . Jalan Drupadi . Jalan Dukuh . Jalan Damai . Jalan Dago . Jalan Denpasar . Jalan Durian . Jalan Duren . Jalan Duri . Jalan Desa . Jalan Delima . Jalan Diponegoro . Jalan Daan . Jalan Dhyana . Jalan Double . Jalan Emas . Jalan Erlangga . Jalan Enggano . Jalan Ekonomi . Jalan Eka . Jalan Empang . Jalan Elang . Jalan Empu . Jalan Flora . Jalan Fajar . Jalan Flores . Jalan Gunung . Jalan Gading . Jalan Golf . Jalan Gaya . Jalan Gresik . Jalan Gandaria . Jalan Guru . Jalan Gajah . Jalan Garuda . Jalan Gudang . Jalan Green . Jalan Gambang . Jalan Graha . Jalan Gatot . Jalan Gedung . Jalan Gang . Jalan Garut . Jalan Gambir . Jalan Guntur . Jalan Hang . Jalan Hemat . Jalan Harimau . Jalan Halim . Jalan Haji . Jalan Hijau . Jalan Hati . Jalan Harun . Jalan Hidup . Jalan Hayam . Jalan Harapan . Jalan Hasanudin . Jalan Industri . Jalan Imam . Jalan Masjid . Jalan Malang . Jalan Mas . Jalan Manis . Jalan Muara . Jalan Meranti . Jalan Majapahit . Jalan Melasti . Jalan Madiun . Jalan Matahari . Jalan Mesjid . Jalan Malaka . Jalan Mertasari . Jalan Mahakam . Jalan Medan . Jalan Merdeka . Jalan Mawar . Jalan Menteng . Jalan Mega . Jalan Mulia . Jalan Mataram . Jalan Minyak . Jalan Makmur . Jalan Majalah . Jalan Mohammad . Jalan Matraman . Jalan Muhammad . Jalan Mampang . Jalan Merah . Jalan Mutiara . Jalan Metro . Jalan Mangga . Jalan Merak . Jalan Merpati . Jalan Mayang . Jalan Mojokerto . Jalan Margonda . Jalan Manggis . Jalan Murai . Jalan Melur . Jalan Madrasah . Jalan Mandala . Jalan Nanas . Jalan Nuri . Jalan Nangka . Jalan Nakula . Jalan New . Jalan Nusa . Jalan Niaga . Jalan Narogong . Jalan Nilam . Jalan Nusantara . Jalan Nipah . Jalan Nirwana . Jalan Orang . Jalan Otista . Jalan Otto . Jalan Peta . Jalan Pembangunan . Jalan Panjang . Jalan Padang . Jalan Pos . Jalan Pintas . Jalan Prima . Jalan Pondok . Jalan Perumahan . Jalan Panglima . Jalan Puri . Jalan Pura . Jalan Perintis . Jalan Pajajaran . Jalan Prapatan . Jalan Perjuangan . Jalan Pak . Jalan Penyelesaian . Jalan Pondasi . Jalan Pasuruan . Jalan Pluit . Jalan Pasar . Jalan Perak . Jalan Pandan . Jalan Pasir . Jalan Pulau . Jalan Pemuda . Jalan Puncak . Jalan Pramuka . Jalan Pisang . Jalan Pendidikan . Jalan Pangeran . Jalan Paya . Jalan Poppies . Jalan Pejuang . Jalan Proklamasi . Jalan Pertanian . Jalan Panjaitan . Jalan Percetakan . Jalan Pulo . Jalan Pekalongan . Jalan Prof . Jalan Pantai . Jalan Pinang . Jalan Perdana . Jalan Permai . Jalan Papan . Jalan Pahlawan . Jalan Putih . Jalan Pekan . Jalan Padma . Jalan Permata . Jalan Pelabuhan . Jalan Pelajar . Jalan Pratama . Jalan Pintu . Jalan Parangtritis . Jalan Perwira . Jalan Pejaten . Jalan Polisi . Jalan Pamulang . Jalan Perhubungan . Jalan Qrisdoren . Jalan Raya . Jalan Raden . Jalan Rumbia . Jalan Rambutan . Jalan Rimba . Jalan Rumah . Jalan Rajawali . Jalan Radio . Jalan Remaja . Jalan Riau . Jalan Rawa . Jalan Rawamangun . Jalan RS . Jalan Sultan . Jalan Sutra . Jalan Sekolah . Jalan Setia . Jalan Solo . Jalan Satu . Jalan Sentul . Jalan Sukabumi . Jalan Silang . Jalan Serpong . Jalan Sinar . Jalan Surya . Jalan Siliwangi . Jalan Selat . Jalan Sawah . Jalan Senayan . Jalan Sukajadi . Jalan Seruling . Jalan Sungai . Jalan Sri . Jalan Semarang . Jalan Subang . Jalan Sriwijaya . Jalan Simpang . Jalan Setiabudi . Jalan SD . Jalan Salak . Jalan Sulawesi . Jalan Sisingamangaraja . Jalan Salemba . Jalan SMP . Jalan Salam . Jalan Sawo . Jalan Siantar . Jalan Sunter . Jalan Surapati . Jalan Surabaya . Jalan Sudirman . Jalan Sutera . Jalan Sulaiman . Jalan Sari . Jalan Sumatera . Jalan Service . Jalan Serdang . Jalan Seroja . Jalan Sidoarjo . Jalan Suci . Jalan Senopati . Jalan Sunda . Jalan Salatiga . Jalan Segara . Jalan SMA . Jalan Semeru . Jalan Swadaya . Jalan Tol . Jalan Tanah . Jalan Teratai . Jalan Teuku . Jalan Tegal . Jalan Teh . Jalan Tambak . Jalan Tukad . Jalan Tentara . Jalan Taman . Jalan Teluk . Jalan Timor . Jalan Tiang . Jalan Tembaga . Jalan Tambun . Jalan Tarum . Jalan Telaga . Jalan Tomang . Jalan Tanjung . Jalan Tenaga . Jalan Toko . Jalan Tebet . Jalan Terusan . Jalan Tasikmalaya . Jalan Trunojoyo . Jalan Tenggiri . Jalan Utama . Jalan Umalas . Jalan Ujung . Jalan Utan . Jalan Uluwatu . Jalan Ungaran . Jalan Villa . Jalan Veteran . Jalan Wisma . Jalan Warung . Jalan Werkudara . Jalan Waringin . Jalan Wijaya . Jalan Wahidin . Jalan Wolter . Jalan Wahid . Jalan Waru . Jalan Warga . Jalan Yogyakarta . Jalan Yoga . Jalan Yos . Jalan Yusuf . Jalan Zamrud .

Apaan Sih Towing itu

Towing, atau menarik, atau derek, adalah sebuah aktivitas memindahkan kendaraan dari satu tempat ke tempat tujuan, dengan menderek di belakang mobil penderek. Namun saat ini, Towing tidak lagi menarik, tapi menggendong, sehingga Mobil atau Motor yang akan dipindahkan dari satu tempat ke tempat tujuan, dengan cara menggendong / mengangkut Mobil atau Motor tersebut.

Aktivitas Towing sebenarnya digunakan oleh dealer mobil / motor, untuk mendistribusikan mobil / motor dagangannya ke berbagai showroom. Tetapi saat ini, para penggemar touring santai, menggunakan layanan ini.

Touring Santai adalah touring yang dilakukan tanpa harus mengemudi motor / mobil dari tempat start, tetapi motor / mobil digendong pakai Layanan Towing ke kota yang akan dituju, kemudian pemiliknya dapat bersantai sampai tujuan, dengan naik pesawat.

Untuk menggunakan layanan Towing, sebaiknya Sobat mempertimbankan, antara lain:

  • Pastikan mobil Towing yang Sobat ingin gunakan, memiliki standar Safety yang baik.
  • Perhatikan, apakah mobil Towing menggunakan tali khusus, hingga light bar pada bagian belakang Mobil Towing

Untuk memenangkan pasar, perusahaan Towing, memberikan beberapa layanan, antara lain:

  • Seperti layanan gratis cuci motor / mobil
  • Berasuransi

Saran Menggunakan Towing, antara lain:

  • Agar lebih murah, Sobat bisa patungan
  • Sebaiknya Sobat perlu juga mengasuransikan, dengan tambahan + 0.5%
  • Tanyakan terlebih dahulu ada harga Balen atau balikan tidak

Ini Bedanya Jasa Derek Mobil dan Jasa Towing

Ketika mobil terjebak banjir, sebaiknya menghubungi pihak penyedia layanan derek atau towing? Jawabannya adalah menghubungi penyedia layanan towing. Meskipun mirip-mirip, namun antara mobil derek dan towing sebenarnya memiliki jenis layanan yang agak berbeda. Bagi pemilik mobil, perlu mengetahui perbedaan utama kedua layanan ini agar tidak salah kaprah ketika suatu saat membutuhkannya di situasi darurat.

Mobil derek biasanya menggunakan kendaraan jenis truk. Di truk tersebut biasanya sudah ada alat yang berfungsi menderek mobil. Mobil yang diderek akan diangkat bagian roda depan atau roda belakangnya saja. Hal ini berguna untuk menderek mobil yang fungsi rem tangannya aktif. Biasanya mobil derek digunakan oleh Dinas Perhubungan untuk menderek mobil-mobil yang melanggar aturan parkir atau digunakan untuk menderek mobil korban kecelakaan.

Sedangkan towing, mobil yang akan diangkut benar-benar dinaikkan ke atas truk. Seperti dilansir Kompas.com, mobil towing sendiri terbagi dua jenis yakni towing gendong dan towing hidrolik. Pada towing gendong, mobil akan diangkut seperti biasa di bagian belakang.

Sedangkan pada mobil towing jenis hidrolik, secara prinsip sama seperti towing gendong. Bedanya ada pada cara mengangkut mobil. Bak angkut akan diturunkan ke bagian paling rendah, kemudian mobil dinaikkan tepat di atas bak tersebut.

Mobil kemudian akan terangkat otomatis dengan memanfaatkan hidrolik. Biasanya, towing hidrolik digunakan untuk mengangkut mobil premium yang memiliki ground clearance rendah agar bagian bawah mobil tidak tergesek dengan permukaan bak angkut.

Bagi yang membutuhkan jasa towing mobil, saat ini beberapa produsen mobil juga menghadirkan layanan ini untuk membantu konsumennya yang terjebak banjir. Misalnya Suzuki yang menawarkan layanan towing gratis saat Jakarta dilanda banjir pada Januari 2020. Ada juga Honda yang menawarkan layanan serupa guna membantu konsumen mereka mengevakuasi mobilnya dari daerah banjir.

Syarat dan Biaya Kirim Mobil Pakai Towing

Jasa towing atau derek gendong menjadi salah satu alternatif bagi pemilik mobil untuk menikmati mobilnya saat mudik. Pemilik tidak perlu melewati rutinitas jalur mudik dan mendapati mobilnya di kampung halaman dapat digunakan untuk bersilaturahmi.

Lantas berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengirimkan mobil? Gitwan mengungkapkan biaya bervariasi bergantung jarak pengiriman. “Ke Sumatera ada, ke Jawa paling banyak Jawa Tengah dan Jawa Timur. Semarang dan Yogyakarta sekitar Rp 3,5 juta, Surabaya Rp 5 juta,”

Untuk ke wilayah Sumatera harga berkisar Rp 4,5 juta sampai Rp 20 juta. Layanan mulai dari Lampung hingga Aceh. , Begini syarat yang disertakan, Jasa Towing mengungkapkan hanya berupa surat kendaraan seperti STNK dan BPKB. Bisa juga hanya berupa fotokopi surat jalan. “Nanti kita jemput dan diantar sampai depan pintu di alamat tujuan. Door to door. Disarankan untuk pengiriman luar kota, pemilik kendaraan sudah menyertakan asuransi untuk kendaraan tersebut sebagai keamanan,”

Jasa mobil towing atau truk pengangkut mobil rasanya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Truk pengangkut mobil ini menjadi alternatif dan solusi jitu bagi kendaraan yang tengah mengalami musibah. Sayangnya, tidak semua orang tahu dan paham bagaimana cara menyewa mobil towing. Selain itu, masih banyak juga orang yang belum tahu berapa biaya harga sewa mobil towing.

Nah, kini kami akan memberikan sedikit gambaran mengenai biaya penyewaan mobil towing untuk wilayah Jakarta. Sebenarnya mobil towing sendiri dapat dimanfaatkan dengan cara menelpon langsung perusahaan towing. Biasanya mereka kerap mencantumkan nomor telepon pada setiap mobil towing-nya. atau bisa melalui website

Model Truk Towing

Sebelum memanggil jasa towing mobil, sebaiknya anda wajib tahu dulu beberapa model truknya. Di Indonesia ada dua jenis mobil towing yang kerap digunakan. Pertama adalah truk towing model konvensional, dan kedua adalah truk towing model flat deck. Keduanya jelas memiliki bentuk yang sangat berbeda dan cara penggunaan yang berbeda pula.

Truk Towing Konvensional
Pada model truk towing konvensional, bagian bak pengangkut mobil bersifat statis atau permanen. Pada truk konvensional hanya dibekali dengan winch, dudukan jalur untuk menaikkan mobil, dan hook pengikat strap ke bagian ban. Truk towing jenis ini sudah lumrah digunakan sejak dulu dan desainnya pun terlihat biasa saja. Biaya sewa truk towing di Jakarta.

Truk towing konvensional.

Namun, ada beberapa kekurangan yang ada pada truk towing jenis ini. Salah satunya adalah tidak bisa mengangkut mobil yang terlalu ceper. Mobil yang terlalu pendek atau ceper tidak akan bisa digendong truk towing jenis ini karena pasti akan mentok atau bergesekan antara bagian mobil dengan jalur dudukan truk towing. Untuk mobil sedan dengan kondisi standar, masih cocok menggunakan truk towing konvensional karena tidak akan mentok bagian bawahnya.

Truk Towing Flat Deck Hidrolik
Model kedua yang sedang marak beberapa tahun terakhir ini adalah jenis truk towing flat deck. Seperti namanya, jenis truk towing ini memiliki bagian pengangkut mobil yang lantainya rata. Berbeda dengan model konvensional yang bentuk lantainya sedikit melandai ke arah bawah.

Biaya sewa truk towing di Jakarta.Jenis truk towing flat deck.
Truk towing flat deck dilengkapi dengan hidrolik yang mampu menaik-turunkan mobil dengan sangat mudah dan aman. Mobil dengan ground clearance yang sangat pendek lebih disarankan memakai truk towing jenis ini. Selain akan lebih aman, truk towing model flat deck ini juga terlihat memiliki sistem keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan truk towing model konvensional.

Harga Sewa Truk Towing di Jakarta
Harga sewa truk towing di Jakarta bisa dibilang cukup bervariasi. Namun jika menarik kesimpulan, rata-rata penyedia jasa truk towing memiliki kisaran biaya yang tak berbeda jauh.

“Biasanya kita kalau hitungannya masih di dalam kota Jakarta sekitar Rp650 ribu. Itu sudah termasuk dengan biaya tol dan bensin untuk truk towingnya. Jadi konsumen nanti tinggal menunggu saja di lokasi yang sudah diatur. Misalnya pesan di daerah Bekasi, terus kirim mobilnya ke Tanjung Priok itu biayanya Rp650 ribu,”

Biaya sewa truk towing di Jakarta.Harga sewa truk towing di Jakarta bervariasi.
Sedangkan untuk biaya angkut yang melebihi area Jakarta seperti Bodetabek, sedikit berbeda.

“Kalau tadi kan masih di Jakarta itu sekitar Rp650 ribu. Kalau di luar Jakarta sedikit kayak Bodetabek itu lebih mahal. Kita biasanya kasih ongkosnya Rp750 ribuan. Sudah termasuk tol dan bensin, pokoknya terima beres,” sambung Welly.

Harga Sewa Truk Towing Flat Deck di Jakarta
Lalu, untuk harga sewa truk towing model flat deck biayanya sedikit berbeda. Kami pun mencoba menghubungi Zicoster Towing milik youtuber otomotif, Garasi Drift.

“Untuk dalam kota itu kita biasanya kasih harga Rp750 ribu. Itu di dalam kota saja. Kalau ibaratnya daerahnya masih di Jabodetabek sudah melipir ke luar sedikit, harganya berbeda sedikit,” buka Rian, pekerja di Zicoster Towing kepada Carmudi.

Ia pun menjelaskan sedikit perbedaan tentang truk towing flat deck dengan model konvensional.

“Truk towing kita itu beda mas. Kita punya flat deck (lantainya rata) dan itu sudah pakai hidrolik. Jadi mobilnya tidak ditarik pakai winch seperti truk towing yang biasa. Jadi nanti lantainya itu bisa turun sampai ke tanah, mobilnya tinggal naik ke lantainya itu. Kalau sudah naik, nanti lantai beserta mobilnya yang akan naik ke bagian atas truk towing,” jelas Rian.

Harga Sewa Truk Towing Antar Pulau
Bagi sebagian orang, menggunakan truk towing merupakan hal yang biasa dan lumrah. Salah satunya adalah untuk pengiriman ke luar Pulau Jawa. Zicoster Towing sendiri memiliki kisaran harga yang berbeda-beda untuk kota tujuan antar pulau.

“Kalau antar pulau kita tanya dulu kota apa? Soalnya itu beda-beda. Misalnya ke Bandar Lampung, kita biasanya kasih Rp5,5 juta,” kata Rian.

Untuk pengiriman mobil ke luar kota, Zicoster Towing mengatakan memiliki standard operational procedure (SOP) tersendiri.

“Kita ada SOP-nya. Kalau kirim ke luar kota itu biasanya mobil kita wrapping dulu dengan plastik. Baru setelah itu biasanya ditutup cover. Supaya mobil jadi lebih aman. Kita biasanya sistemnya langsung, mobil tidak dipindah-pindahkan ke truk lain,” jelasnya.

Penggunaan truk towing memang berbeda-beda. Ada yang memesan kala mobilnya bermasalah, atau ada juga yang menyewanya untuk mengirim mobil. Seperti mereka yang tidak ingin merasa lelah di perjalanan. Mobil dikirim ke kota tujuan, lalu sang pemilik menggunakan pesawat. Setelah sampai di kota tujuan, pemilik tinggal mengendarai mobil kesayangannya dengan mudah tanpa harus merasa lelah. Atau ada juga yang membeli mobil bekas dari luar daerah.

Lakukan Tawar Menawar
Biasanya ada beberapa truk towing yang masih bisa diajak tawar-menawar. Terkadang supir truk towing juga masih bisa diajak untuk berkompromi. Namun, cara ini bisa dilakukan kalau menyewa truk towing-nya untuk jarak yang tidak terlalu jauh.

Contohnya, mobil Carmudian mengalami kerusakan di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Lalu kamu ingin mengirimkan mobil ini ke bengkel di daerah Jagakarsa. Kamu bisa mencoba melakukan tawar-menawar dengan supir truk towing karena alasan jarak yang dekat. Biasanya cara ini cukup efektif digunakan.

Namun, tidak semua perusahaan truk towing bisa dinegosiasi seperti ini, ya. Ini hanya salah satu ide dan saran dari Carmudi kepada kamu yang mau menyewa truk towing di Jakarta.

Jenis Kendaraan yang Bisa di Angkut Pakai Jasa Towing

Jika Anda sedang bingung mencari jasa angkutan kendaraan khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, jasa towing dapat menjadi alternative solusi untuk Anda. Jasa towing adalah layanan pengangkutan barang/kendaraan umumnya menggunakan kendaraan derek yang biasa disebut derek gendok karena jenisnya yang berbeda dengan derek tarik.

Tetapi masih banyak juga yang bertanya tentang jenis kendaraan yang bisa di angkut jasa towing karena kebutuhan pengiriman kendaraan bukan hanya mobil saja. Mulai dari jenis mobil, dan jenis kendaraan lainnya. Tahukah Anda kalau beberapa jasa towing tidak hanya bisa melayani pengangkutan mobil tapi juga kendaraan lain. Apa saja itu dan bagaimana penjelasannya? Mari kita bahas lebih detail supaya Anda tidak bingung lagi untuk mengirimkan kendaraan menggunakan towing!

  1. Mobil

Mobil biasanya menjadi kendaraan yang umunya menggunakan jasa towing baik itu untuk mengangkut mobil yang mogok, ataupun mengirimkan mobil-mobil baru supaya tidak lecet dan tetap aman. Mobil pribadi, mobil dinas maupun mobil miliki pelanggan dapat dikirimkan asalkan alamat pengirim dan penerima serta surat yang berkaitan dengan keterangan mobil disertakan secara jelas.

  1. Motor

Kendaraan selanjutnya yang bisa di angkut menggunakan towing adalah motor yang biasa digunakan untuk kendaraan sehari-hari seperti motor matic, bebek ataupun mge (motor gede). Biasanya, pengiriman motor yang bukan moge bertujuan utuk mengirimkan motor dalam jujmlah lebih dari dari 1 pada dealer atau pelanggan tertentu. Sedangkan moge tujuannya cukup bervariasi. Ada yang mengirimkan moge menggunakan jasa towing karena bisnis, dan ada juga yang mengirimkannya karena keperluan pribadi.

  1. Mobil Alat Berat

Mobil atau kendaraan alat berat juga bisa di kirimkan dengan menggunakan jasa towing asalkan
kapasitas angkutnya masih sesuai kemampuan mobil pengangkut/towing. Tetapi jika Anda hendak mengirimkannya keluar pulau, masih memungkinkan jika pengiriman via laut seperti yang di sediakan oleh jasa pengangkutan gitewan yakni menggunakan kapal roro dan container.

  1. Kendaraan Dinas Terkait (TNI, Kepolisian)

Selain motor, mobil dan alat berat ternyata jasa towing juga bisa digunakan untuk mengangkut
kendaraan dinas seperti kendaraan jeperluan TNI atau kepolisian. Seperti gitwan yang telah di percaya dalam pengriiman berbagai kendaraan dinas terkait. Sehingga jika Anda merupakan salah satu staff yang sedang mencari jasa towing untuk mengangkut kendaraan dinas jangan ragu untuk menghubungi kami.

Termasuk jasa towing di Surabaya dan Seluruh provinsi Di Indonesia yang bisa mengangkut beberapa jenis kendaraan di atas. Sehingga jika Anda membutuhkan jasa towing terpercaya, jangan ragu menghubungi kami kapanpun! Segera simpan nomor kontak gitewan di HP Anda sehingga walaupun Anda sedang menghadapi situasi darurat misalnya mobil yang mogok karena banjir Anda bisa langsung memesan jasa towing tanpa khawatir terkena tipu dan kendaraan Anda sampai dengan aman. Sumber Jasa Kirim Mobil

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Chat Kami
Silakan Chat
PT. GITEWAN SARANA TRANSINDO
Terima Kasih,
Telah berkunjung di gitewan.net
Ada yang bisa kami bantu, Silakan Chat kami disini ?
×
× Chat Admin