jasa mobil derek samarinda

jasa mobil derek samarinda

jasa mobil derek samarinda

Jasa Derek Mobil – PT. GITEWAN SARANA TRANSINDO Adalah perusahaan Jasa Derek Mobil tercepat dan Termurah sehingga di Percaya oleh customer di manapun berada, untuk solusi mobil anda yang sedang mogok di rumah, di jalan atau sedang dalam kecelakaan sekalipun kami siap melayani dengan sepunuh hati dan tanggung jawab kami, karna kepercayaan adalah keberhasilan kunci utama usaha ini.

Kota Samarinda

Kota Samarinda merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Timur, Indonesia serta kota dengan penduduk terbesar di seluruh Pulau Kalimantan dengan jumlah penduduk 812,597 jiwa.[5] Samarinda memiliki wilayah seluas 718 km² dengan kondisi geografi daerah berbukit dengan ketinggian bervariasi dari 10 sampai 200 meter dari permukaan laut.[6] Kota Samarinda dibelah oleh Sungai Mahakam dan menjadi gerbang menuju pedalaman Kalimantan Timur melalui jalur sungai, darat maupun udara. Dengan luas wilayah yang hanya sebesar 0,56 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda merupakan wilayah terkecil ketiga setelah Kota Bontang dan Kota Balikpapan[7]. Ditinjau berdasarkan batas wilayahnya, Kota Samarinda seluruhnya dikelilingi oleh Kabupaten Kutai Kartanegara.

Samarinda yang dikenal sebagai kota seperti saat ini dulunya adalah salah satu wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Pada abad ke-13 Masehi (tahun 1201–1300), sebelum dikenalnya nama Samarinda, sudah ada perkampungan penduduk di enam lokasi yaitu Pulau Atas, Karangasan (Karang Asam), Karamumus (Karang Mumus), Luah Bakung (Loa Bakung), Sembuyutan (Sambutan) dan Mangkupelas (Mangkupalas). Penyebutan enam kampung di atas tercantum dalam manuskrip surat Salasilah Raja Kutai Kartanegara yang ditulis oleh Khatib Muhammad Tahir pada 30 Rabiul Awal 1265 H (24 Februari 1849 M).[8]

Pada tahun 1565, terjadi migrasi suku Banjar dari Batang Banyu ke daratan Kalimantan bagian timur. Ketika itu rombongan Banjar dari Amuntai di bawah pimpinan Aria Manau dari Kerajaan Kuripan (Hindu) merintis berdirinya Kerajaan Sadurangas (Pasir Balengkong) di daerah Paser. Selanjutnya suku Banjar juga menyebar di wilayah Kerajaan Kutai Kartanegara, yang di dalamnya meliputi kawasan di daerah yang sekarang disebut Samarinda.

Sejarah bermukimnya suku Banjar di Kalimantan bagian timur pada masa otoritas Kerajaan Banjar juga dinyatakan oleh tim peneliti dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI (1976): “Bermukimnya suku Banjar di daerah ini untuk pertama kali ialah pada waktu kerajaan Kutai Kertanegara tunduk di bawah kekuasaan Kerajaan Banjar.”[9][10] Inilah yang melatarbelakangi terbentuknya bahasa Banjar sebagai bahasa dominan mayoritas masyarakat Samarinda di kemudian hari, walaupun telah ada beragam suku yang datang, seperti Bugis dan Jawa.[11]

Pada tahun 1730, rombongan Bugis Wajo yang dipimpin La Mohang Daeng Mangkona merantau ke Samarinda. Semula mereka diizinkan Raja Kutai bermukim di muara Karang Mumus, tetapi dengan pertimbangan subjektif bahwa kondisi alamnya kurang baik, mereka memilih lokasi di Samarinda Seberang.[12] Dalam kaitan ini, lokasi di bagian Samarinda Kota sebelum kedatangan Bugis Wajo, sudah terbentuk permukiman penduduk dengan sebagian areal perladangan dan persawahan yang pada umumnya dipusatkan di sepanjang tepi Sungai Karang Mumus dan Karang Asam.[13]

Mengenai nama La Mohang Daeng Mangkona yang diklaim sebagai pendiri Samarinda Seberang, hal ini kontroversi. Namanya tidak ditemukan dalam sumber arsip dan literatur kolonial. Namanya juga tidak tercatat dalam surat perjanjian antara Bugis dan Raja Kutai. Yang tercatat dalam perjanjian beraksara Arab-Melayu dan penelitian S.W. Tromp (1881) sebagai pemimpin Bugis adalah Anakhoda Latuji.[14]

Mengenai asal mula nama Samarinda, tradisi lisan penduduk Samarinda menyebutkan, asal-usul nama Samarendah dilatarbelakangi oleh posisi sama rendahnya permukaan Sungai Mahakam dengan pesisir daratan kota yang membentenginya. Tempo dulu, setiap kali air sungai pasang, kawasan tepian kota selalu tenggelam. Selanjutnya, tepian Mahakam mengalami pengurukan/penimbunan berkali-kali hingga kini bertambah 2 meter dari ketinggian semula.

Oemar Dachlan mengungkapkan, asal kata “sama randah” dari bahasa Banjar karena permukaan tanah yang tetap rendah, tidak bergerak, bukan permukaan sungai yang airnya naik-turun. Ini disebabkan jika patokannya sungai, maka istilahnya adalah “sama tinggi”, bukan “sama rendah”. Sebutan “sama-randah” inilah yang mula-mula disematkan sebagai nama lokasi yang terletak di pinggir sungai Mahakam. Lama-kelamaan nama tersebut berkembang menjadi sebuah lafal yang melodius: “Samarinda”.[15]

Pemerintahan

Secara yuridis Kota Samarinda terbentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1959. Dasar untuk menetapkan hari jadi kota Samarinda adalah kesimpulan tim penyusun sejarah yang dibentuk Pemerintah Daerah Kotamadya Samarinda berdasarkan asumsi dan prediksi atau estimasi 64 hari masa pelayaran dari Wajo menuju Samarinda, sejak penandatangan Perjanjian Bongaya 18 November 1667. Akhirnya, diperoleh hasil tanggal 21 Januari 1668, yang bertepatan pula dengan hari jadi Pemerintah Daerah Samarinda, 21 Januari 1960.[22]

Telah ditetapkan pada peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Samarinda Nomor: 1 tahun 1988 tanggal 21 Januari 1988, pasal 1 berbunyi, “Hari Jadi Kota Samarinda ditetapkan pada tanggal 21 Januari 1668 M, bertepatan dengan tanggal 5 Sya’ban 1078 Hijriyah”. Penetapan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari jadi kota Samarinda ke-320 pada tanggal 21 Januari 1988.

Tanggal 21 Januari 1668 adalah hari yang diperkirakan dari satu versi sebagai awal kedatangan orang-orang suku Bugis Wajo yang kemudian mendirikan pemukiman di Samarinda Seberang. Meskipun demikian, sebelum rombongan Bugis Wajo datang ke Samarinda, sudah ada peradaban komunitas Kutai Kuno dan Banjar di wilayah Samarinda.

Kota Samarinda memiliki 10 kecamatan dan 59 kelurahan dengan kode pos 75111 hingga 75253. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 766.015 jiwa dengan luas wilayah 783,00 km² dan sebaran penduduk 978 jiwa/km².[28][29] Kecamatan Samarinda Utara merupakan kecamatan dengan luas wilayah terbesar dengan luas wilayah lebih dari 31 persen luas Kota Samarinda, sedangkan Kecamatan Samarinda Kota merupakan kecamatan dengan luas wilayah terkecil.

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Samarinda, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanLuas
wilayah
(km2)
Jumlah
Kelurahan
Daftar Kelurahan
64.72.10Loa Janan Ilir26,135Harapan BaruRapak DalamSengkotekSimpang TigaTani Aman
64.72.01Palaran221,295BantuasBukuanHandil BaktiRawa MakmurSimpang Pasir
64.72.04Samarinda Ilir17,185PelitaSeliliSidodamaiSidomulyoSungai Dama
64.72.09Samarinda Kota11,125BugisKarang MumusPasar PagiPelabuhanSungai Pinang Luar
64.72.02Samarinda Seberang12,496BaqaGunung PanjangMangkupalasMesjidSungai KeledangTenun
64.72.03Samarinda Ulu22,128Air HitamAir PutihBukit PinangDadi MulyaGunung KeluaJawaSidodadiTeluk Lerong Ilir
64.72.05Samarinda Utara229,528Budaya PampangLempakeSempaja BaratSempaja UtaraSempaja SelatanSempaja TimurSungai SiringTanah Merah
64.72.07Sambutan100,955MakromanPulau AtasSambutanSindang SariSungai Kapih
64.72.06Sungai Kunjang43,047Loa BuahLoa BakungLoa BahuKarang AnyarKarang Asam IlirKarang Asam UluTeluk Lerong Ulu
64.72.08Sungai Pinang34,165BandaraGunung LingaiMugirejoSungai Pinang DalamTemindung Permai
TOTAL59

Sebagai kota yang dibelah Sungai Mahakam, dalam sejarahnya sebagai kota sungai Samarinda memiliki transportasi air tradisional sejak dahulu, yakni Tambangan dan Ketinting. Tambangan biasa digunakan sebagai alat transportasi menyeberang sungai dari daerah Samarinda Seberang ke kawasan Pasar Pagi. Ketinting menjadi moda transportasi sungai utama untuk menyeberangi sungai maupun menuju wilayah tertentu yang hanya bisa dinaiki oleh manusia dan barang. Sedangkan untuk mengangkut kendaraan, kapal feri sempat beroperasi menyeberangi sungai dari pelabuhan Harapan Baru, Samarinda Seberang ke pelabuhan Samarinda Kota. Namun, sejak pembangunan dan beroperasinya Jembatan Mahakam pada tahun 1987, tambangan dan ketinting mulai berkurang penumpangnya meski tak signifikan. Tetapi, yang paling merasakan kerugian adalah kapal feri hingga akhirnya pelayaran ditutup.

Selain Jembatan Mahakam, terdapat pula jembatan lain yang menjadi penghubung antara Samarinda Kota dengan Samarinda Seberang, yakni Jembatan Mahakam Ulu yang diresmikan pada tahun 2009 dan Jembatan Mahkota II yang diresmikan pada tahun 2018. Selain itu, bersebelahan dengan Jembatan Mahakam juga telah dibangun jembatan baru yang lebih tinggi yang diberi nama Jembatan Mahakam IV, yang telah diresmikan pada tahun 2020. [41]

Terdapat pelabuhan peti kemas yang berada di Jalan Yos Sudarso dan sekarang sedang dibangun pelabuhan baru yang terletak di kecamatan Palaran untuk menggantikan pelabuhan yang sekarang sudah tidak sesuai dengan kondisi kota. Pada tanggal 26 Mei 2010, pelabuhan baru tersebut selesai dibangun dan diresmikan dengan nama TPK Palaran dan saat ini dalam tahap uji coba.

Darat
Terdapat jalan darat yang menghubungkan kota Samarinda dengan Balikpapan ke selatan, kemudian Kota Bontang dan Sangatta (Kutai Timur) ke utara, jalan baru ke Tenggarong (Kutai Kartanegara) di arah barat laut serta ke Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara melalui jalan tenggara yang tembus sampai ke Muara Jawa, Samboja dan Balikpapan.

Bus
Terdapat 3 terminal perhubungan darat yang menghubungkan kota Samarinda dengan daerah-daerah lain di Kalimantan, antara lain Terminal Sungai Kunjang yang melayani rute ke Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Kutai Barat, Terminal Lempake yang melayani rute Kota Bontang dan Kutai Timur, dan Terminal Samarinda Seberang yang melayani rute ke Paser hingga Kalimantan Selatan.

Jalan tol
Saat ini telah terbangun jalan bebas hambatan yang menghubungkan Samarinda dengan Balikpapan, dengan panjang 97 km. Jalan Tol Samarinda – Balikpapan ini merupakan jalan tol pertama di Pulau Kalimantan, dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir 2019.[42] Jalan tol ini membentang mulai dari Simpang Jembatan Mahkota 2 di Kota Samarinda hingga KM 13 Balikpapan, dan berlanjut hingga Kecamatan Balikpapan Timur di Kota Balikpapan. Saat ini, ruas tol yang bisa dilalui baru sepanjang 64,87 km (Simpang Jembatan Mahkota 2 – Samboja) dan diharapkan dapat segera beroperasi sepenuhnya. Ke depannya, direncanakan akan dibangun tol lanjutan ke arah utara menuju Kota Bontang.

Udara
Bandar Udara Temindung (kode SRI) merupakan bandar udara yang menghubungkan Samarinda dengan kota-kota di pedalaman Kalimantan Timur serta Balikpapan. Namun, sejak hari Rabu, 23 Mei 2018 operasional Bandara Temindung ditutup dan dipindahkan ke Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (kode AAP) pada hari Kamis, 24 Mei 2018 yang berlokasi di Jl. Poros Samarinda-Bontang, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda. Bandara ini berjarak sekitar 30 km dari pusat kota, yang kurang lebih dapat ditempuh dalam 1 jam perjalanan. Kini, Bandara APT Pranoto telah melayani penerbangan dari dan menuju beberapa kota besar besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar, Yogyakarta, dll. Rute-rute perintis juga telah dibuka, antara lain Samarinda-Maratua (Berau), Samarinda-Long Apung (Mahakam Ulu), Samarinda-Datah Dawai (Mahakam Ulu), Datah Dawai-Melak (Kutai Barat), dan Samarinda-Muara Wahau (Kutai Timur).[43]

Kenapa Harus Menggunakan Jasa Derek Mobil Online

Pemecahan jasa derek maupun jasa towing online memiliki keunggulan tertentu semacam tercantum dalam poin- poin berikut ini:

  • Driver derek berpengalaman. Dengannya mobil Kalian terletak dalam tangan yang cocok, yang siap memberikan pelayanan derek terbaik secara profesional.
  • Siap menjemput di mana pula Kalian terletak. Tidak wajib khawatir mengenai posisi mobil Kalian yang tidak bisa melaju lagi. Di mana pula itu, driver siap menjemput dan menderek kendaraan yang mogok.
  • Kendaraan derek yang terpelihara baik. Biar tetap bisa memberikan pelayanan jasa derek maupun jasa towing mobil yang dapat diandalkan, jasa derek mobil online senantiasa melindungi mobil dereknya dengan baik dan tertib.
  • Peralatan derek yang memadai. Biar proses derek berjalan dengan baik pula, peralatan yang disediakan pastilah memadai sehingga permintaan tetap bisa dipenuhi.
  • Harga lebih terjangkau. Jasa derek berbasis online pula memiliki tarif terjangkau dan lebih transparan.

Mobil Matic Anda Mogok , Jangan Sembarangan Derek dengan Jasa Derek Mobil Sembarangan

Jasa Derek Mobil Matic
Jasa Derek Mobil Matic

Dengan kemajuan teknologi, saat ini kendaraan beroda 4 muncul dalam bermacam transmisi yang membuat perawatan yang diberikan juga berbeda. Perihal ini pula mempengaruhi pada gimana satu mobil mesti diderek. Spesial buat menderek mobil bertransmisi matic, berikut ini perihal yang wajib dicermati:

  • Perhatikan bagian body yang diderek. Apabila mesin tersambung dengan roda depan, terdapat baiknya mobil dinaikan di bagian depan buat menjauhi mesin berbalik sebab perputaran roda
  • Pakai perlengkapan dorongan semacam roda tumpuan. Alangkah lebih baik pula apabila ada roda tumpuan yang jadi penghalang antara roda serta permukaan jalur. Perihal ini kurangi pergerakan yang tidak dibutuhkan dari ban sepanjang mesin tidak menyala
  • Mendatangi pihak dealer, bisa jadi mereka memiliki pemecahan terbaik. Entah jasa derek ataupun juga jasa towring, senantiasa miliki kontak pihak dealer di mana Kamu membeli mobil. Pemecahan terbaik tentu telah disediakan buat customer mereka tercantum Kamu.

Kata yang sering di cari di google

Jasa , Pengiriman , Kirim , Mobil , Cargo , Ekspedisi , Harga , Murah , Online , Via Pos , Aman , Pulau , Syarat , Antar , Ekspedisi Kirim Mobil , Pengalaman , Biaya , Cara , Dari , Ke , Bekas , Baru , Pelni , Kantor , Pesawat , Kapal Laut , JNE , Luar Negri , Kota , Ongkos , Towing , Self Driver , Car Carrier , Kontainer , Kapal Roro , Kapal , Kereta Api , Via Laut , Terbaik , TIKI , Truk , Terpercaya , Angkut , Cek Harga , Paket , Cara , Mengirim , Tarif , Kendaraan , Motor , Ongkir , Jasa Derek Mobil , Jasa Towing , Jasa Supir

Ada Beberapa Macam Mobil Derek Yang biasa Digunakan oleh Jasa Derek Mobil

Jasa Derek Mobil
Jasa Derek Mobil

Beberapa jenis mobil derek yang biasa digunakan yaitu:

  • Boom yaitu mobil derek yang menggunakan boom/kran yang biasanya digunakan untuk mengangkat mobil yang terperosok kedalam parit, ataupun untuk membalikkan kendaraan yang terbalik.
  • Kait dan tarik, digunakan untuk menarik kendaraan dengan rantai atau tali yang dikaitkan ke mobil derek, kendaraannya yang ditarik dikemudikan oleh seorang pengemudi.
  • Roda diangkat yaitu penderekan dengan mengangkat roda depan atau belakang kendaraan kemudian ditarik, hal ini biasanya dilakukan pada kendaraan yang salah parkir, dimana kendaraan tersebut rem parkirnya dijalankan sehingga roda yang terkunci diangkat.
  • Derek gendong, atau di sebut dengan Jasa Towing dimana kendaraan yang diderek digendong keatas kendaraan truk, biasanya digunakan untuk mengangkut mobil mewah dari show room ke rumah pembeli atau untuk mengangkat mobil mewah yang rusak/mogok ke bengkel.

Saat ini di Jakarta banyak beroperasi derek liar yang melakukan pemerasan terhadap kendaraan yang mogok terutama di Jalan tol ataupun didaerah perkotaan lainnya, walaupun di Jalan Tol disediakan derek gratis yang disediakan oleh pengelola jalan tol, tetap saja ada pribadi-pribadi yang memiliki mobil derek yang beroperasi secara liar yang meresahkan para pemakai jalan yang kendaraannya mogok.

Peralatan Derek Mobil Yang Perlu Anda Ketahui

Peralatan Derek Mobil

Dongkrak dan Alat Derek Mobil
Mobil sering bersalah? Baik ya atau tidak derek mobil adalah salah satu perangkat yang wajib anda miliki. Untuk anda yang sedang membutuhkannya, berikut ini adalah beberapa rekomendasi produk katrol dan juga derek untuk mobil yang bisa anda miliki.

Towing Strap dari Arkana
Salah satu hal yang wajib ada di mobil anda sebagai pertolongan pertama atau alat untuk melakukan derek mobil anda adalah Towing strap dari Arkana. Anda pasti pernah melihat orang yang menggunakan peralatan seperti tali rafia atau tali lainnya untuk menderek mobilnya yang mogok bukan? Fungsi dari tali strap ini mirip dengan fungsi tali derek tersebut, bedanya, tali ini memiliki kekuatan yang lebih tinggi dan memang dikhususkan untuk membantu aktivitas derek mobil. Pro Towing strap dari Arkana ini merupakan jenis tali yang universal dan dapat digunakan untuk semua mobil. Produk ini bisa ditemukan dalam beberapa warna yaitu warna hitam, merah dan juga biru. Untuk warnanya sesungguhnya tidak begitu berpengaruh karena masing-masing warna memiliki kekuatan yang sama yaitu dapat menarik barang dengan beban maksimal 2 ton.

Dongkrak Enfornce Jack Stand dari Mollar
Produk lain yang sangat penting dimiliki oleh setiap mobil adalah katrol mobil. Katrol atau dongkrak ini merupakan salah satu hal yang penting untuk membantu anda mengatasi masalah di mobil anda dengan lebih mudah. Untuk anda yang menjadi jenis dongkrak terbaik sebagai peralatan untuk berjaga-jaga salah satu produk yang anda perlukan adalah Dongkrak Enfornce jack stand dari Mollar. Dongkrak Enfornce jack stand dari Mollar merupakan dongkrak stand yang dapat membantu anda untuk mengangkat mobil dengan maksimal beban 2 ton. Produk ini merupakan produk yang aman karena dilengkapi dengan safety pin sebagai pengaman beban. Selain itu produk Dongkrak Enfornce jack stand dari Mollar ini juga menggunakan foot plate tau kaki plat yang membuatnya menjadi lebih aman.

Dongkrak Buaya dari Mollar
Katrol mobil selanjutnya yang anda bisa gunakan untuk simpanan di mobil anda adalah Dongkrak buaya dari Mollar. Produk ini merupakan produk katrol atau dongkrak yang dapat digunakan untuk mengangkat beban maksimal 2 ton. Produk ini memiliki kelebihan yaitu dilihat dari pengemasannya. Karena merupakan produk yang cukup kecil produk Dongkrak buaya dari Mollar ini bisa didapatkan dengan tempat penyimpanannya sekaligus. Dengan adanya tempat penyimpanan ini akan membuat pembawaan dari katrol mobil ini menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Kelebihan lainnya yang dimiliki oleh alat derek mobil ini adalah keberadaan roda kaki yang dimilikinya. Karena memiliki roda kaki ini, Dongkrak buaya dari Mollar menjadi lebih mudah untuk dipindahkan.

Towing Strap dari TRD
Alat terakhir adalah alat yang berhubungan dengan derek mobil. Alat ini adalah Towing Strap dari TRD. Produk ini memiliki warna merah menyala dan memiliki kekuatan yang super besar. Produk ini dapat digunakan untuk berbagai mobil yang anda miliki. Untuk desainnya, produk ini merupakan produk yang di desain dengan metode racing development sehingga tidak perlu dipertanyakan lagi mengenai kualitas yang dimilikinya. Untuk membelinya, anda bisa membeli di Lazada.co.id. Selain membeli alat untuk derek ini ada juga produk untuk melengkapi kebutuhan mendadak di mobil anda seperti katrol mobil dan juga alat derek lainnya. Jika anda akan membeli di Lazada, pastikan anda memilih seller yang tepat untuk mendapatkan harga yang murah dan juga produk terbaik.

Cara Derek Mobil yang Baik dan Benar

Kondisi darurat tidak pernah bisa disangka oleh siapapun saat berkendara, seperti saat mobil mogok dan harus diderek. Persiapan alat derek menjadi salah satu tool kit yang harus selalu disediakan, dan jangan sampai terlupakan. Agar mobil tidak mengalami kerusakan yang semakin parah, cara menderek mobil yang baik dan benar ini harus diperhatikan.

Jenis mobil harus disesuaikan dengan cara menderek mobil. Terutama bagi mobil yang diderek dengan mobil penderek khusus, yang biasanya diposisikan dengan cara mengangkat bagian depan atau belakang mobil. Jenis mobil ini berkaitan dengan sistem penggerak rodanya, seperti FWD (depan), RWD (belakang), 4WD (empat roda), dan AWD (semua roda).

Untuk jenis mobil FWD, bagian yang harus diangkat adalah bagian belakang. Dengan mengangkat bagian belakang maka tidak akan merusak sistem penggerak rodanya yang terhubung sistem penggerak. RWD yang diangkat bagian depan, untuk 4WD harus melihat penggerak utamanya di depan atau di belakang, sedangkan AWD harus dinaikkan ke atas mobil penderek.

Untuk cara menderek tanpa mobil penderek khusus, bisa dilakukan dengan menggunakan mobil lain. Syaratnya adalah mobil yang menderek minimal harus mempunyai ukuran yang sama dengan mobil yang diderek. Semakin besar mobil penderek, maka resiko keamanan semakin baik.

Setelah menentukan mobil penderek, towing hook harus dipasang. Towing hook biasanya sudah disesuaikan oleh pabrikan dan disediakan khusus saat kondisi darurat seperti mogok, kecelakaan, atau kondisi lainnya. Letak tow hook bagi mobil penderek biasanya berada di bagian bawah bumper belakang, sedangkan mobil yang diderek berada di bagian depan.

Penggunaan tali juga harus diperhatikan dengan benar. Pilih tali yang memiliki fleksibilitas namun tidak terlalu renggang. Biasanya bahan tali penderek mobil ini berjenis polyester atau nylon yang khusus digunakan untuk mengangkat beban yang besar.

Atur jarak antara kedua mobil dengan maksimal panjang setengah kali panjang kedua mobil. Maksudnya, ketika rata-rata panjang kedua mobil adalah 5 meter, maka jarak tali penderek maksimal 2,5 meter. Jarak ini akan memberikan jarak yang efektif dalam penderekan, karena tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat. Setelah semuanya terpasang, atur kecepatan dengan konstan di angka 30-40 km/jam saja. Usahakan jangan sampai melakukan akselerasi dan pengereman yang mendadak karena sangat berbahaya. Itulah tips derek mobil yang benar, agar siapapun bisa melewati kondisi darurat dengan tetap tenang dan aman.

Sumber Google , Jasa Derek Mobil

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Chat Kami
Silakan Chat
PT. GITEWAN SARANA TRANSINDO
Terima Kasih,
Telah berkunjung di gitewan.net
Ada yang bisa kami bantu, Silakan Chat kami disini ?
×
× Chat Marketing